Rab, 20 Mei 2026
Humas SMA Negeri 1 Plupuh
Sragen — SMA Negeri 1 Plupuh kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi dan kemampuan berbahasa asing siswa melalui kegiatan Pelatihan Menulis Teks Anekdot dalam Bahasa Inggris yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Negeri 1 Plupuh tersebut diikuti oleh 27 siswa-siswi pilihan yang memiliki minat dalam pengembangan literasi dan keterampilan menulis bahasa Inggris. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat bidang linguistik terapan yang bertujuan memperkuat kemampuan siswa dalam memahami dan memproduksi teks berbasis genre secara kreatif, komunikatif, dan kontekstual.
Kegiatan akademik tersebut menghadirkan tim dosen dan akademisi berpengalaman di bidang linguistik dan pembelajaran bahasa Inggris. Tim pengabdian dipimpin oleh Prof. Dr. Djatmika, M.A. selaku ketua tim, dengan anggota Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D., Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A., Drs. Agus Hari Wibowo, M.A., Ph.D., serta Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism. Kehadiran para akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret Surakarta tersebut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan pelatihan, karena siswa tidak hanya mendapatkan teori menulis, tetapi juga wawasan mengenai penggunaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi kreatif dan reflektif di era global. Para pemateri memberikan pendampingan secara langsung melalui metode interaktif yang melibatkan diskusi, analisis teks, hingga praktik penulisan.
Dalam pelatihan tersebut, siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai teks anekdot sebagai salah satu genre dalam pembelajaran bahasa Inggris. Materi yang disampaikan meliputi fungsi sosial teks anekdot, struktur teks yang terdiri atas abstraction, orientation, crisis, reaction, dan coda, serta ciri kebahasaan yang mendukung pembentukan humor, ironi, dan kritik sosial. Para peserta juga diajak memahami bagaimana sebuah cerita sederhana dapat menjadi media penyampaian pesan moral dan refleksi sosial yang menarik. Melalui contoh-contoh teks anekdot berbahasa Inggris, siswa dilatih untuk mengenali pola struktur teks sekaligus mengembangkan kreativitas dalam menuangkan pengalaman maupun gagasan mereka ke dalam tulisan.
Tidak hanya berfokus pada teori, kegiatan ini juga menekankan praktik dan pendampingan intensif dalam proses penulisan. Siswa dibimbing mulai dari tahap penggalian ide, penyusunan kerangka cerita, penulisan draf awal, hingga revisi akhir. Pendekatan berbasis proses tersebut bertujuan agar siswa memahami bahwa keterampilan menulis tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang berkelanjutan. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik menulis dan presentasi hasil karya. Beberapa siswa bahkan mampu menghasilkan teks anekdot yang kreatif dan relevan dengan kehidupan remaja serta lingkungan sekolah mereka.
Kepala SMA Negeri 1 Plupuh, Siti Hamamatul Mar’ati, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai mampu mendukung penguatan budaya literasi di sekolah. Melalui pelatihan tersebut, sekolah berharap siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif yang lebih baik, khususnya dalam penggunaan bahasa Inggris. Selain itu, hasil karya siswa nantinya akan dikompilasi menjadi kumpulan teks anekdot berbahasa Inggris sebagai bentuk apresiasi sekaligus luaran kegiatan pengabdian. Dengan adanya sinergi antara sekolah dan kalangan akademisi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih inovatif, kreatif, dan bermakna bagi generasi muda Indonesia. (Humas_RWd)
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via


