218 Siswa SMAN 1 Plupuh Tampil Memukau dalam Opening Ceremony Sragen Batik Heritage Fest 2026
218 Siswa SMAN 1 Plupuh Tampil Memukau dalam Opening Ceremony Sragen Batik Heritage Fest 2026
Diterbitkan Pada :
Ming, 4 Oktober 2026
Diterbitkan Oleh :
Humas SMA Negeri 1 Plupuh

SRAGEN — Sebanyak 218 siswa kelas X SMA Negeri 1 Plupuh tampil memukau dalam opening ceremony Sragen Batik Heritage Fest 2026 yang digelar di Gedung Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Sabtu (3/10/2026). Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perhelatan budaya yang mengangkat kekayaan batik dan seni tradisi Kabupaten Sragen. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., bersama sejumlah tamu dan masyarakat. Kehadiran ratusan pelajar SMAN 1 Plupuh membawa semangat generasi muda dalam menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal kepada khalayak luas.

Dalam kesempatan tersebut, SMAN 1 Plupuh membawakan Tarian Kolosal Sora Balung Buto yang melibatkan 218 siswa kelas X. Pertunjukan kolosal itu dilatih oleh Ningtyas Puji Kurniastanti, S.Sn. Dengan jumlah penari yang besar, tarian tampil atraktif dan sarat energi, menggambarkan kekuatan, keberanian, serta semangat kebersamaan. Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam mengenalkan kesenian daerah kepada generasi muda. Momentum tampil di hadapan Bupati Sragen dan para tamu Sragen Batik Heritage Fest 2026 menjadi panggung penting bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan seni sekaligus kecintaan mereka terhadap budaya Sragen.

Sora Balung Buto berangkat dari legenda Balung Buto yang hidup kuat dalam ingatan masyarakat kawasan Sangiran. Dalam bahasa Jawa, balung berarti tulang dan buto berarti raksasa. Legenda tersebut mengisahkan peperangan antara Raden Bandung dan pasukan raksasa yang dipimpin Raja Tegopati. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, setelah melalui perjuangan panjang, Raden Bandung berhasil mengalahkan para raksasa; tulang-belulang mereka kemudian dipercaya masyarakat sebagai balung buto yang ditemukan di kawasan Sangiran. Kisah tersebut memiliki kaitan erat dengan identitas budaya Sragen dan hingga kini terus diwariskan melalui berbagai bentuk seni. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Manyarejo di Plupuh juga mendokumentasikan cerita balung buto sebagai bagian dari mitos dan tradisi masyarakat Sangiran. 

Penampilan 218 siswa SMAN 1 Plupuh dalam Sragen Batik Heritage Fest 2026 bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan menjadi bentuk nyata regenerasi seni dan pelestarian identitas budaya daerah. Kehadiran tarian kolosal tersebut mempertemukan sejarah, legenda, pendidikan, dan kreativitas generasi muda dalam satu panggung budaya. Apalagi, Sragen Batik Heritage Fest 2026 juga diwarnai rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan pelajar, sanggar seni, dan berbagai komunitas masyarakat.  Melalui penampilan Sora Balung Buto, SMAN 1 Plupuh menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang ketika diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan dan karya seni yang kreatif. (Humas_RWd)

Artikel, Berita

Berita Lainnya

Berbagi Praktik Baik, Komunitas Belajar Ampuh Perkuat Pendidikan Inklusi di Sekolah...
Jum, 18 September 2026 | 10:02 am
SMA Negeri 1 Plupuh Terima Kunjungan Studi Tiru SMA Negeri Sumberlawang,...
Rab, 16 September 2026 | 2:34 pm
SMAN 1 Plupuh Ukir Prestasi di MAPSI SMA Kabupaten Sragen 2026,...
Sen, 14 September 2026 | 12:44 pm
Keren! Kontingen Pramuka SMAN 1 Plupuh Borong Lima Prestasi di HUT...
Sen, 14 September 2026 | 12:27 pm

Bagikan Berita

218 Siswa SMAN 1 Plupuh Tampil Memukau dalam Opening Ceremony Sragen Batik Heritage Fest 2026

SRAGEN — Sebanyak 218 siswa kelas X SMA Negeri 1 Plupuh tampil memukau dalam opening...

Berhasil Diperbarui!

Ups..!! Ada kesalahan.